Berdasarkan pengalaman yang ada, harddisk Maxtor sangat rentan sekali terhadap kerusakan firmware. Hanya karena bad sector, harddisk Maxtor sering kali kehilangan identitasnya, atau istilah umumnya No Detect pada bios. Menurut saya, sangat tidak disarankan harddisk Maxtor dijadikan sebagai media penyimpanan data. Jika harus menyimpan data pada harddisk Maxtor, backuplah data-data secara rutin atau berkala ke media lain, atau ke harddisk lain.

Tapi, harddisk Maxtor terlanjur rusak, no detect, terdeteksi nama aliasnya atau nama PCB nya (Athena, Ares, N40, dll), dan rusak firmwarenya. Padahal di dalamnya tersimpan data-data yang sangat penting. Ada teknik PCB Hot Swap yang memang bisa dilakukan, namun cara ini menurut saya tidak terlalu dianjurkan, dan kita harus mempunyai PCB yang sama persis dari harddisk Maxtor lain yang setipe dan masih bagus. Dan jika harus menghindari Teknik PCB Hot Swap dan tidak mempunyai PCB yang sama persis tsb, kita masih dapat menyelamatkan data dengan menggunakan PC3000 V14 dan dibantu dengan software-software harddisk lainnya.

Dalam hal ini, PC3000 V14 ini digunakan hanya untuk mengembalikan identitas harddisk Maxtor yang rusak tsb, atau dengan kata lain, harddisk Maxtor tsb kita buat agar terdeteksi oleh bios, atau oleh sistem, atau oleh software harddisk yang lain, sebagai Maxtor 2B020H1 dll (pada Maxtor Athena), Maxtor 2F020LO dll (pada Maxtor Ares), Maxtor 6E040L0 dll (pada Maxtor N40), dan lain sebagainya.

LANGKAH 1
  • Seperti biasa, posisikan jumper harddisk Maxtor yang rusak pada Safe Mode.
  • Pasang HDD Master pada Primary Master Motherboard, dan hidupkan CPU.
  • Sebelum menjalankan PC3000 V14, pasang harddisk Maxtor (Safe Mode) pada Secondary Master.
  • Jalankan PCMXDSP.EXE atau PCMXPKR.EXE
  • Masukkan (write) LDR yang kira-kira sesuai dengan harddisk Maxtor yang rusak tsb.
  • Jika sukses write LDR nya dan ternyata cocok, reading module dan module group harddisk Maxtor tsb.
  • Setelah proses reading selesai, Exit / keluar dari Program PCMXDSP.EXE atau PCMXPKR.EXE
  • File RPM (module) dan SMB (module group) akan terbentuk dan tersimpan di folder MXDSPMOD atau di MXPKRMOD.
  • Jalankan program MAXHELP, untuk mengetahui tipe dari harddisk Maxtor yang rusak tersebut. MaxHelp akan membaca file RPM dan SMB, dan menghasilkan MaxHelp.txt atau MaxHelp.log
  • Lihat / edit file MaxHelp.txt / log tsb. Di dalamnya akan terlihat tipe Maxtor yang rusak tsb. Dari File itu juga, kita dapat menentukan File LDR dan RAM yang cocok.
  • Catatlah poin-poin penting dari informasi tsb. LDR, RAM, tipe firmwarenya, tipe PCB nya, dan sebagainya.
  • Shutdown / matikan CPU.

LANGKAH 2
  • Posisikan jumper harddisk Maxtor yang rusak pada Safe Mode.
  • Pasang HDD Master pada Primary Master Motherboard, dan hidupkan CPU.
  • Sebelum menjalankan PC3000 V14, pasang harddisk Maxtor (Safe Mode) pada Secondary Master.
  • Jalankan PCMXDSP.EXE atau PCMXPKR.EXE
  • Masukkan / write LDR dan RAM yang cocok (lihat pada catatan MaxHelp)
  • Masukkan / write RPM dan SMB harddisk Maxtor tsb yang sebelumnya telah kita reading.
  • Jangan masukkan / write RPM dan SMB dari modul firmware harddisk Maxtor lain, karena jika kita write RPM dan SMB dari modul firmware harddisk Maxtor lain, maka tujuan Data Recovery bisa tidak tercapai. Karena informasi data-data yang ada, masih melekat pada Modul Firmware yang kita reading.
Kuncinya di sini. Harus me write RPM dan SMB (yang asli) dari Harddisk Maxtor yang rusak tsb. Jangan dulu me write file RPM dan SMB dari modul firmware yang lain, walaupun hanya sebagian. Kita usahakan dulu 100% write RPM dan SMB seluruhnya dari RPM dan SMB hasil dari Reading Module dan Module Group harddisk Maxtor yang rusak tsb, walaupun hasil dari reading tsb terdapat file RPM/SMB yang bad.

LANGKAH 3
  • Katakanlah atau misalnya kita berhasil melakukan proses write LDR, write RAM, Write Module, Write Module Group, Module Repairing, dan Harddisk Maxtor tsb berhasil dikembalikan identitasnya, Misalnya Maxtor 2B020H1, Maxtor 2F020L0, atau Maxtor 6E040l0, dan lain sebagainya.
  • Jalankan Spindle Stop, untuk menghentikan putaran harddisk Maxtor tsb. Exit / Keluar dari PCMXDSP.EXE / PCMXPKR.EXE.
  • Cabut harddisk Maxtornya, kembalikan posisikan jumper harddisk Maxtor tsb ke posisi normal master.
  • Jalankan Victoria, atau MHDD. Untuk mengecek atau melihat Identitas Harddisk Maxtor tsb.
  • Jalankan scanning sekedarnya (sebentar saja 3-5 detik), jangan lakukan remap atau erasing, karena kita fokus dulu untuk penyelamatan atau pencopian data yang ada.
  • Keluar dari Victoria atau MHDD, Matikan CPU.

LANGKAH 4
  • Hidupkan CPU dengan memasang harddisk yang ada Sistem Windows Xp nya.
  • Setelah masuk Windows Xp, pasang harddisk Maxtor (yang sudah kembali identitasnya) pada Secondary Master.
  • Klik kanan Pada Icon My Computer (pada dekstop), klik Manage
  • Pilih dan Klik Device Manager, lihat tampilan jendela di sebelah kanan.
  • Klik kanan pada icon Computer, klik Scan for hardware changes.
  • Maka sistem Windows Xp akan mendeteksi keberadaan harddisk Maxtor yang kita pasang dan memasukkan drivernya.
  • Jika sukses, maka pada Disk Drive akan tampil identitas harddisk Maxtor tsb.
  • Dan Maka kita akan mendapati drive baru D atau E pada jendela Windows Explorer.
  • Lakukan pengcopian data dan simpan ke media lain.
  • Jika ada data atau file yang sulit dicopy, sangat dipaksakan. Kemungkinan pada lokasi file tsb adalah lokasi bad sector. Fokus pada data atau file yang mudah dicopy saja.

Sampai disini proses Data Recovery sudah selesai. Tinggal langkah selanjutnya, apakah harddisk Maxtor tsb akan dilanjutkan proses perbaikannya atau tidak. Atau mungkin akan dicek lagi dengan Victoria atau MHDD untuk melihat kondisi harddisk Maxtor tsb. Apakah masih layak diperbaiki atau tidak. Terserah Anda.

Langkah-langkah tsb yang sering saya lakukan. Jika ada yang salah, dimaafkan ya.. Saya yakin Anda dapat melakukan lebih baik. Atau Anda ingin melakukan pada harddisk merk-merk yang lain, pada Seagate, Samsung, WDC, dan lain-lain? Saya tunggu informasi dari Anda. Good Luck!!!!!